17 Desember 2020

Andai Suami Isteri Profesional


https://www.mediasulsel.com/


Pandangan Manusia

Pemahaman hidup manusia berdiri di atas suatu asas, yakni pemikiran mendasar tentang kehidupan. Seorang muslim memiliki dasar berpikir bahwa manusia adalah makhluk Allah swt, akan kembali kelak kepada Allah swt. Maka sesuai dengan ayat al Quran surat az Dzariyat ayat 56, manusia diciptakan oleh Allah swt untuk beribadah. Sebagaimana penjelasan ulama, yang dimaksud ibadah dalam ayat itu adalah ketundukan dan kepatuhan hanya kepada Allah swt.

Maka muslim yang memahami hakikat hidupnya pasti berpegang pada Islam dalam memandang segala hal dalam hidupnya. Termasuk bagaimana ia memandang tentang relasi suami dan isteri dalam rumah tangga. Bagaimana seharusnya suami bersikap kepada isteri yang menjadi sumber penghasilan keluarga?

12 Desember 2020

Kala Perempuan Cerdas Dan Ambisius Bercita - cita

https://feminisminindia.com


Sayangnya meski banyak hari ini perempuan yang sukses dengan karirnya, namun penghargaan dan penghormatan terhadap perempuan belumlah merata. Kaum perempuan belum sepenuhnya terbebas dari mata – mata yang meremehkan. Tak sebatas meremehkan, bahkan pelecehan seksual dan kekerasan masih sering dialami oleh perempuan.

Membentuk cita – cita pada kisah pilot Indian Air Force/ Angkatan Udara India (IAF) di film berjudul Gunjan Saxena: The Kargil Girl, tampak begitu sederhana. Dikisahkan, Gunjan kecil senang sekali setiap mendengar dan melihat pesawat mengudara di atas rumahnya. Dia mengejar langkah pesawat hingga pandangannya tak lagi menjangkau mesin terbang itu. Dia pun gemar melihat gambar pesawat dan membaca info yang berkaitan dengan pesawat di majalah orangtua-nya.

25 November 2020

Gadis Ini Diputusin Pacar Gegara Pakai Gamis, Gimana Nasibnya?

 

https://today.line.m


Seorang gadis curhat di media sosial. Dia diputusin pacarnya. Gegara keseringan pakai gamis. Si pacar ngaku malu ngajak si gadis jalan, kayak ibu – ibu katanya. Awalnya hanya ancaman putus. Tapi si gadis ngotot mempertahankan style pakaian yang disukainya. Alhasil vonis jatuh. Putus.

Eh ternyata si gadis nggak sedih loh. Dia bilang nggak masalah diputusin pacarnya. Dia lebih sayang dirinya daripada si cowok katanya. Si gadis merasa lebih nyaman pakai gamis ketimbang celana panjang seperti keinginan si pacar.

Legislasi Demokrasi Gol-kan Larangan Minol, Percaya?

 

https://antimiras.com/


Sudah maklum dikalangan umat Islam mengenai keharaman minuman memabukkan (kharm). Sebagaimana mengertinya umat tentang keharaman memakan babi, kewajiban salat dan perkara lain yang tegas semacam itu. Ketika minuman keras bebas dijual di pasaran, umat Islam yang peduli pada syariah pasti resah. Ditambah lagi efek buruk peredaran minuman keras (miras), sejak lama sudah dirasakan masyarakat. Tempat – tempat maksiat marak. Lalu terjadi berbagai tindak kriminalitas yang dipicu oleh miras.

24 November 2020

Parade Buku Demokrasi


Aksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memang kerap menarik perhatian warga net. Tak terkecuali aksinya kali ini. Berpose duduk santai sambil membaca buku. Judul bukunya yang bikin ‘kegaduhan’, “How Democracies Die” (Bagaimana Demokrasi Mati).

Orang – orang yang berkepentingan dengan harta dan tahta membanggakan demokrasi. Mati – matian demokrasi berusaha dipertahankan. Padahal seperti yang disampaikan di buku karya Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt ini, demokrasi berarti mati jika pelaksana sistem politik demokrasi melakukan empat hal. 

24 Oktober 2020

(Resensi Buku) Inspirasi Memperbaiki Cara Menggunakan Waktu

 

dok. pribadi


Judul buku               : Qimatuz Zaman ‘Indal ‘Ulama’

Judul Terjemahan     : Manajemen Waktu Para Ulama

Penulis                     : Syaikh Abdul Fatah

Penerbit                    : Maktab Al-Mathbu’at Al-Islamiyah

Penerjemah               : Abu Umar Basyir dkk.

Tahun terbit              : 2020

Cetakan                    : VI

Ketebalan                  : 212 hal

ISBN                         : 978-602-8975-33-9

Semboyan ‘hidup bagai air yang mengalir’, ‘menjalani hidup apa adanya’, menjadi umum dikenal dan dipraktekkan banyak orang zaman ini. Ini adalah zaman dimana banyak orang menjadi panjang angan-angan. Merasa masa muda berarti hidup masih panjang. Hidup harusnya dijalani dengan melakukan hal – hal menyenangkan. Sehingga hasilnya banyak orang menghambur – hamburkan harta paling berharga miliknya tanpa rasa sayang, hanya untuk santai. Harta itu bernama waktu.

21 Oktober 2020

Ngomongin Bisnis Ilegal Penjualan Sel Telur

 

https://m.merdeka.com/


Film India berjudul Gentleman (2020) mengingatkan saya kalau manusia adalah makhluk cerdas di antara makhluk Allah lainnya. Dengan akalnya manusia mampu mengembangkan sarana dan prasarana kehidupannya. Guna mempermudah ataupun mengatasi permasalahan kehidupan. Tapi satu pesan pentingnya, tanpa tuntunan agama, perkembangan ilmu dan teknologi bukan apa-apa. Tanpa pondasi agama, manusia hanya menjadikan kecanggihan sarana dan prasana kehidupan sekedar menikmati hidup di dunia. Tanpa didasari agama, kecerdasan manusia justru merusak sesama.

14 Oktober 2020

Antara Kecerdasan Dan Pilkada

 

sumber foto: wowbabel.com

Pilkada di tengah pandemi covid-19, masyarakat harus cerdas. Harus bisa memahami teknis pemilihan, independen dalam memilih dan partisipatif mengawasi proses pilkada. Demikian inti dari sosialisasi pengawasan oleh Ketua Pengawasan Kecamatan (Panwascam) Medan Kota, Adi Syahputra Purba, kepada masyarakat pertengahan september lalu.

Seruan kepada masyarakat untuk bersikap cerdas dalam menghadapi pilkada cukup menggelitik. Pasalnya pilihan pemerintah untuk tetap menyelenggarakan pilkada di tengah pandemi covid-19 justru dinilai banyak kalangan menjadi pilihan yang sangat tidak cerdas. Contohnya saja di wilayah tempat tinggal penulis, Kota Medan. Gerakan Nasional Pembela Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) Sumatera Utara salah satu pihak yang mendesak penundaan Pilkada Kota Medan. (https://waspada.co.id/2020/09)

3 Oktober 2020

Cara Keluarga Ini Menghadapi Badai Keuangan

 

Ilustrasi: https://www.youtube.com/watch?v=FaD3QsnIjWo

Saya dapat cerita dari kajian Islam di Youtube, tentang seseorang yang dipanggil dengan Kang Sarif. Awalnya hidup Kang Sarif dan keluarga berjalan normal. Ia bekerja sebagai karyawan swasta sekaligus pengusaha. Isterinya pun ikut bekerja. Ekonomi keluarga terbilang stabil. Hingga suatu hari ada nasihat yang sampai kepada Kang Sarif. Haram terlibat riba. Timbul rasa takut dalam diri Kang Sarif kepada Allah swt. Lalu diputuskannya resign kerja. Berhenti pula melakoni bisnisnya.

Keputusan berani itu membuat keuangan keluarganya terguncang. Sebab ditambah lagi, bersamaan dengan itu sang isteri mengalami sakit sehingga harus resign pula dari pekerjaan. Keluarga Kang Sarif memulai kehidupan baru dengan keuangan minus, alias memiliki utang 3 milyar. Utang itu berkenaan dengan bisnisnya yang lalu. Sejumlah langkah praktis ia lakukan untuk bangkit. Mulai langkah filosofis hingga teknis. Secara filosofi beberapa hal ia lakukan.

21 September 2020

Kapitalisme Hancurkan Asa Anak Negeri


Dalam salah satu film india terlaris, 3 Idiots, terselip pesan yang mengingatkan kita akan watak kejam sistem kapitalis. Dalam film itu seorang rektor berpidato pada para mahasiswa baru di kampusnya, “Ingat, hidup ini perlombaan! Jika kau tak cekatan, kau akan kalah!”

Ucapan rektor itu mewakili benak kebanyakan orang yang dikuasai ide kapitalis. Kapitalisme mengajarkan tentang kebebasan berekonomi. Siapapun boleh saja bercita-cita tinggi. Boleh saja menghendaki pencapaian tinggi di dunia ini. Tapi itu semua harus diraih dengan kekuatanmu sendiri.

Bersainglah. Berlombalah. Bekerja keras-lah. Dapatkan kesempatan memperoleh pendidikan terbaik. Dengan kekuatan kecerdasanmu, atau dengan uangmu. Lakukan cara apapun. Agar diri berpeluang menjadi ahli atau setidaknya berstatus ahli. Hingga layak menduduki profesi dambaan hati.

31 Agustus 2020

Tren Poliandri Diungkap Pak Menteri

https://aceh.tribunnews.com/


Tren ASN melakukan poliandri yang diungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB), Tjahjo Kumolo cukup mengejutkanku. Tak berapa lama ingatanku kembali ke masa lalu. Beberapa tahun lalu temanku bercerita masalah keluarganya. Kakak iparnya yang seorang ASN diam diam menikah lagi dengan lelaki lain.

Abangnya sempat frustasi dan memutuskan bercerai. Harga diri pria itu tercabik-cabik. Kecewa bukan main. Padahal dia dan isterinya yang melakukan poliandri itu, sama-sama ASN. Hanya karena si istri mendapat kabar bakal dapat promosi jabatan, wibawa suaminya langsung turun di matanya. Berselingkuh hingga menikah siri pun dilakukannya.

17 Agustus 2020

Memaknai Nikmat Kemerdekaan


Kemerdekaan itu dari Allah SWT. Patut disyukuri. Dengan hati, ucapan dan laku diri.

Tapi ada yang ganjil di negeri ini. Merasa telah mengusir penjajah, tapi hukum pidananya masih dipakai.

Aku heran dengan negeri ini. Penjajah tak lagi menduduki negeri, tapi kekayaan alam kita masih bisa mereka kuasai.

Aku tak habis pikir dengan negeri ini. Katanya merdeka berarti lebih mudah hidup sejahtera. Tapi justru hidup makin sempit hari ini.

Aku geleng geleng kepala sama penduduk negeri ini. Katanya merdeka itu nikmat Allah SWT. Tapi ditawari syariah Islam kaffah malah ngeri.

Apakah cukup kemerdekaan ini hanya diisi dengan seremoni?

Apakah hiburan tak berarti seperti panjat pinang dan kawan kawannya tepat untuk memaknai kemerdekaan pemberian Ilahi?

Apakah kita mau terus menjadi bangsa yang mundur seperti ini?

Yang pejabatnya suka korupsi. Rakyatnya terus dibodohi.

Tidakkah kita ingin merdeka secara hakiki?

Merdeka dengan menghamba kepada Ilahi sepenuh hati.

Mensyukuri nikmat kemerdekaan dari Allah SWT dengan menerapkan hukum hukum Allah SWT secara total di negeri ini.

Tidakkah memaknai kemerdekaan yang seperti ini yang lebih berarti?

15 Agustus 2020

Kapitalisme Sumber Penyebab Kemiskinan

 

https://www.tobasatu.com/

Kemiskinan menjadi masalah klasik yang seolah ‘abadi’ di dunia termasuk di negeri kita. Tentu Kota Medan tak luput dari masalah tersebut. Catatan tahun 2019, pendudukan Kota Medan yang tergolong miskin sebesar 8,08% atau setara dengan 183,79 ribu jiwa. Jumlah tersebut dihitung berdasarkan standar garis kemiskinan yaitu Rp 532.000 per orang per bulan. (https://medanbisnisdaily.com)

Besar kemungkinan jumlah penduduk miskin Kota Medan tahun ini bertambah. Mengingat negeri kita sedang dilanda pandemi covid-19 yang memicu meningkatnya pengangguran.

Cara Ulama Mencintai, Tetap Rasional

 

https://www.hipwee.com/narasi/jatuh-cinta-dalam-diam/

Ulama juga manusia. Mereka sama dengan kita. Memiliki pikir dan rasa. Mereka bisa mencintai sama seperti kita. Hanya saja dengan kualitas ilmu yang mendalam serta ketaatan pada Allah swt, mereka bisa menempatkan rasa cinta sesuai tempatnya.

Salah satu kisah menarik datang dari seorang ulama. Petikan kisah hidupnya beberapa hari belakangan berseliweran di media sosial. Rupa-rupanya kisah singkatnya juga saya temukan di Buku Manajemen Waktu Para Ulama karya Syaikh Abdul Fattah. Dia adalah Syekh Abu Yusuf Al-Qadhi Al-Almu’i, murid dari Imam Abu Hanifah.

Syekh Abu Yusuf merupakan seorang yang cerdas dan mulia. Ia rajin duduk di majelis Imam Abu Hanifah. Secara rutin hal itu dilakukannya selama 17 tahun. Dalam catatan lain dikatakan ia melakukannya selama 29 tahun. Ia tak pernah salat zuhur kecuali bersama gurunya. Bahkan ia tak pernah luput membersamai gurunya untuk salat Idul Fitri dan Idul Adha, kecuali jika sakit.

Suatu saat putra Syekh Abu Yusuf meninggal dunia bersamaan dirinya sedang berada di majelis ilmu. Ayo tebak kira-kira apa yang dilakukannya?

11 Agustus 2020

Menjadi Keluarga Ibrahim Zaman Now

 

https://id.pinterest.com/pin/439452876110668903/


Sepanjang sejarah umat manusia, tercatat keluarga Nabi Ibrahim as menjadi salah satu yang terbaik. Suami, istri dan anak sama ketaatannya pada Allah swt. Setengah mati setan berusaha menggoda mereka agar berpaling dari ketaatan, namun mereka bergeming. Luar biasa.

Kisah ketaatan Ibrahim as, Siti Hajar dan Ismail as berupa peristiwa-peristiwa yang menjadi latar belakang Idul Adha diulang setiap tahunnya oleh umat Islam. Namun sepertinya umat ini belum benar-benar mengambil pelajaran dari kisah mereka. Kini sudah saatnya umat Islam memetik hikmah dari keluarga Ibrahim as. Saatnya menciptakan keluarga-keluarga masa kini yang berkarakter sebagaimana keluarga Ibrahim as. Setidaknya ada tiga karakter keluarga Ibrahim yang dapat diwujudkan oleh keluarga masa kini.

23 Juli 2020

Cara Sehat Makan Kolang Kaling, ikuti 5 Langkah Ini


IDN Times.com


Kolang kaling bukan hanya cemilan yang asyik dimakan saat lebaran. Namun kapan pun biji pohon aren ini tetap enak untuk dinikmati. Manfaatnya juga banyak. Ia mengandung banyak nutrisi seperti protein, karbohidrat, vitamin, kalsium, potasium, zinc, zat besi, antioksidan, dan antiinflamasi. Baik untuk melembabkan kulit, memperkuat  tulang, memperlancar pencernaan dan cocok buat diet. Kandungan airnya yang cukup banyak pun membuatnya bisa mengatasi dehidrasi.
22 Juli 2020

5 Hal Menyebalkan Dari Pasangan Yang Masih Bisa Dimaklumi


unsplash/Madalyn Cox
Manusia punya ‘segudang’ karakter. Bermacam ragam tipenya. Semua terbentuk selama proses tumbuh kembang manusia. Karakter itu bisa berubah ketika seseorang memiliki keinginan kuat untuk berubah. Karakter bisa pula melekat kuat dari kecil hingga dewasa dalam diri seseorang. Kalau terdidik dengan karakter yang baik, diteruskan juga nggak masalah ya. Tapi jika sebaliknya, karakter yang melekat pada diri ternyata buruk, itu tentu jadi masalah.
18 Juli 2020

Kamu Boleh Jadi Bucin, Asal Penuhi 5 Syarat Ini


Bucin atau Budak Cinta adalah istilah kekinian yang dipakai untuk menyebut orang-orang yang tergila-gila dengan cinta. Sangking gilanya dia rela berbuat apapun untuk orang yang dicintainya. Rela berkorban apapun buat si doi. Ingatnya cuma sama dia. Terlalu sibuk sama si dia. Mengutamakan kebahagian si dia ketimbang bahagia diri sendiri.

4 Daya Tarik Madinah

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti kajian online yang disampaikan oleh Da’iyah muda Ustadzah Wardah Abeedah. Kajiannya bisa disimak disini https://www.youtube.com/watch?v=f9rkJac7Usw.
17 Juli 2020

4 Cara Menghindari Perselingkuhan Emosional

https://www.muslimahnews.com/
Rasa-rasanya tema perselingkuhan tak pernah sepi dari hiruk pikuk kehidupan rumah tangga masyarakat kita. Perselingkungan jadi salah satu fenomena perusak rumah tangga. Hubungan suami istri yang mulai dingin karena faktor kelalaian keduanya menjaga hubungan, makin diperparah ketika pintu perselingkuhan sengaja mulai dibuka. 
11 Juli 2020

3 Hal Ganjil di Tengah Gencarnya Program KB

https://www.hipwee.com/

Hari keluarga nasional 2020 disambut BKKBN dengan menggencarkan program Keluarga Berencana (KB). Tampaknya peningkatan kelahiran terus menjadi momok menakutkan bagi pemerintah. Apalagi di musim pandemi yang melemahkan perekonomian. Sempat ada sikap ‘menyalahkan pandemi’. Gara-gara ada covid-19 masyarakat enggan ke fasilitas kesehatan. Akibatnya angka pengguna konstrasepsi menurun. Efek berikutnya, berbagai daerah melaporkan peningkatan angka kehamilan. (https://health.detik.com/29/06/2020)
20 Juni 2020

4 Prinsip Sukses Berbisnis Ala Suami Saya

dok. pribadi

Kehidupan kita hari ini bak hutan rimba. Masing-masing penghuni di dalamnya harus survive dengan usahanya sendiri. Siapa yang kuat dialah pemenangnya. Bagi yang lemah, tak ada pengayoman maksimal dari negara. Hanya bantuan seadanya yang lebih banyak diberikan oleh sesama masyarakat.

19 Juni 2020

Nyurhatin Para Suami Yang Abai Beri Nafkah

koleksi pribadi

Aku kecewa berat dengan para suami masa kini. Sekitar 60 persen rumah tangga yang ku kenal, suaminya kurang bertanggung jawab. Memberi nafkah adalah salah satu kewajiban suami pada keluarga. “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf” [al Baqarah / 2:233]

18 Juni 2020

(Resep) Es Rempah Plus, Segar, Enak Banget dan Menyehatkan

Apakah kamu pencinta  jajanan  kayak boba ice, cendol atau sejenisnya? Minuman-minuman itu enak sih, tapi kurang sehat. Karena mengandung gula yang tinggi serta santan. Ada loh minuman yang rasanya nggak kalah enak namun lebih sehat. Nggak perlu beli. Kamu bisa buat sendiri di rumah. Bahannya familiar dan caranya gampang kok. Kalau dianggap repot, yaah repot-repot dikit nggak apa-apa-lah ya. Kan yang penting enak dan sehat. Bahan utamanya adalah rempah, plus tambahan buah-buahan dan bijian. Simak resepnya di bawah ini;

17 Juni 2020

Belajar Dari Kasus Bunuh Diri Sushant Singh Rajput

pikiran-rakyat.com

Di waktu senggang, kadang aku iseng lihat-lihat kabar terkini kehidupan warganet di kolom searching akun Instagram. Senin tanggal 14 Juni aku iseng kayak gitu. Satu wajah paling banyak berseliweran disitu. Seorang aktor india. Wajahnya gak asing. Pernah ku lihat di satu dua film. Tapi aku nggak tahu namanya.

14 Juni 2020

Kala Bisnis Prostitusi Gay Terungkap

https://www.cnnindonesia.com/
Sumber foto: https://www.cnnindonesia.com/



Sebuah kasus asusila terjadi di kota Medan, Sumatera Utara baru-baru ini. Tepatnya di komplek Tasbih 2, Medan polisi menemukan bisnis amoral berbentuk jasa pijat plus jasa seks sejenis. 11 orang lelaki telah diamankan dari lokasi tersebut. Satu orang adalah pemilik bisnis. Sepuluh lainnya sebagai terapis. 

11 Juni 2020

Melestarikan Tradisi Muhasabah Melalui Medsos


Muslim yang baik akan memahami posisinya di dunia, yaitu untuk mengabdi sepenuhnya pada Allah subhanahu wa ta'ala. Sebab untuk itulah ia diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Firman Allah subhanahu wa ta'ala dalam al Qur’an surat adz-Dzariyat ayat 56 yang artinya, “Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu’.

Maka dari itu wujud ibadah hakikatnya adalah ketaatan pada aturan Allah subhanahu wa ta'ala secara keseluruhan. Meski zaman senantiasa berubah, ketaatan tak boleh berubah. Era kini eranya digital. Internet merajai arus informasi di kalangan masyarakat. Di dalamnya tumbuh subur media sosial, yang menghubungkan antar manusia dari berbagai belahan dunia. Bagaimana seorang muslim menyikapinya?

Media sosial (Medsos) sejatinya tetap harus dibingkai dengan ketaatan pada Allah subhanahu wa ta'ala. Bagaimanapun medsos hanya alat komunikasi dan informasi. Dia sarana yang bebas nilai. Dia benda mati yang layak dipergunakan untuk kebaikan. Dalam standar Islam, kebaikan itu hanya terletak pada ajaran Islam itu sendiri.

Jika medsos merupakan salah satu media efektif menyampaikan pesan pada sesama, maka hal itu sejalan dengan ajaran dakwah dalam Islam. Dakwah merupakan aktivitas mengajak manusia ke jalan Allah subhanahu wa ta'ala. Dakwah dapat disampaikan dengan lisan maupun tulisan. Disinilah efektifitas medsos, ketika ia dapat menjadi sarana tersampaikannya Islam pada masyarakat pengguna medsos secara luas. Baik dengan tulisan maupun dengan lisan seperti dalam bentuk video. Inilah yang senantiasa harus diingat oleh muslim, bahwa medsos adalah sarana dakwah.


Dakwah Pada Penguasa Itu Kewajiban

Rasulullah saw bersabda: “Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran (berkata yang baik) di hadapan penguasa yang zalim.” (HR. Abu Daud)

Al-Mubarokfuri dalam Kitabnya Tuhfatul Ahwadzi ( 6 / 330 ) menjelaskan, bahwa maksud dari hadits di atas adalah; menegakkan amar makruf nahi munkar, memperjuangkan kebenaran dan melawan kebatilan yang dilakukan oleh penguasa zalim. Itulah bentuk Jihad yang paling mulia. Baik hal tersebut dilakukan secara langsung dengan lisan, ataupun dengan tulisan dan berbagai sarana lainnya.

1 Juni 2020

Jangan Lupa Menghargai Pasanganmu


Pictured by https://www.youtube.com/watch?v=jBw_Eta0HDM


Dihargai dan bahagia Jadi Poin 

Dihargai dan bahagia, dua hal yang menjadi poin penting film india berjudul “Thappad”. Kisahnya sederhana, namun mengena. Amritha adalah seorang perempuan india yang memutuskan menjadi full housewife. Dengan alasan cinta, dia mengabdikan diri mengurus rumah tangga. Senang hati dia melakukannya. Tak ada beban sama sekali. Sebab cinta mampu menjadi mantra dahsyat penghilang segala penat mengurus suami dan rumah.

Sehari-hari Amu, panggilan Amritha oleh orang-orang terdekatnya, bangun paling awal. Ia langsung membuka jendela kamar. Lalu menuju dapur untuk membuat teh. Selesai membuat teh, ia pergi ke balkon menikmati pagi sambil menyeruput teh. Setelah itu ia membawa teh ke kamar dan membangunkan suaminya, Vikram.

Kembali lagi ke dapur untuk membuat sarapan bersama Asisten Rumah Tangganya. Setelah itu ia ke kamar ibu mertuanya untuk memeriksa gula darah sang mertua. Ia turut bertanggung jawab mengawasi kesehatan mertua.

Terakhir ia mengiringi Vikram yang menuju ke luar hendak berangkat kerja, sambil membawakan barang-barang milik Vikram seperti dompet, botol minuman dan file. Usai suaminya berangkat kerja, Amu melatih anak tetangganya menari. Kadang menonton TV. Kadang juga berkunjung ke rumah orangtuanya. Di akhir pekan Amu dan suaminya jalan-jalan.

Kehidupan Amu bisa dikatakan sempurna, dengan suami tampan dan mapan, serta mertua yang baik. Bisa bikin iri para perempuan lain tentunya.

Sampai tragedi itu datang. Suatu malam Amu dan Vikram mengadakan pesta sukuran atas suksesnya karir Vikram. Sedang asik-asiknya berpesta, Vikram mendapatkan kabar buruk tentang pekerjaannya.

14 Mei 2020

Dia Menghargaiku Bukan Dengan Pesta


“Mamak percaya Erwin itu anak baik. Tapi janganlah sampai nggak pesta. Orang aja semua pesta.”

“Asal dia bisa ngasih 15 juta aja, tulang yang nambahin.”

***

Pesta pernikahan menjadi semacam hal wajib di daerahku. Masyarakat sekitar bilang kalau pesta pernikahan jadi bentuk penghargaan lelaki pada calon istrinya. Semakin mewah pestanya, maka pria itu dianggap semakin menghargai calon istrinya. Apalagi bila gadisnya cantik, sarjana dan bersuku batak kayak diriku (itu penilaian keluargaku loh ya). Menurut orang sekitar pestanya harus lebih meriah.

Jadi mahar buat meminang gadis sih biasa saja. Tapi uang hangusnya atau biaya pestanya mahal. Setidaknya, minimal tiga puluh juta untuk biaya pesta harus disiapkan mempelai pria. Kalau memang uangnya ada ya nggak masalah. Kenyataannya, menyiapkan uang puluhan juta untuk menikah bagi rata – rata pria lajang itu berat. 

Sebab gaji mereka bekerja pas – pasan buat menjalani hidup. Kalaupun ada tabungan ya sedikit. Nggak sampai puluhan juta. Mengatasi persoalan tersebut, biasanya para pria akan minta ke orangtua atau orangtua sendiri yang merasa bertanggungjawab membiayai pesta pernikahan anak lelakinya.    

Siswa Coret-Coret Seragam, Cermin Buruknya Pendidikan



Sejumlah siswa SMA di Riau viral. Mereka melakukan aksi coret-coret seragam dengan gambar vulgar untuk merayakan kelulusan. (https://news.detik.com/, 04/05/2020)

Aksi buruk mereka disayangkan banyak pihak. Kecaman publik pun datang bertubi-tubi. Hingga beberapa waktu kemudian mereka melakukan klarifikasi di media sosial.

Melanggar Aturan Siapa?

Dalam video klarifikasinya, salah seorang dari siswa SMA itu mengakui kesalahan mereka. Secara sadar mereka mengaku telah melakukan perbuatan yang melanggar peraturan sekolah. Mengakui kesalahan adalah perbuatan yang patut diacungi jempol. Tapi kepada siapa kesalahan itu diakui? Atas dasar apa pengakuan itu diperbuat? Hal itu telah menunjukkan mindset mereka.

Para remaja itu adalah muslim. Artinya mereka adalah hamba Allah swt yang terikat dengan syariah Islam. Kesalahan mereka itu sesungguhnya melanggar aturan Allah swt. Mereka bukan sekedar melakukan perbuatan sia-sia dengan mencoret-coret pakaian. Tetapi mereka juga membuka aurat mereka. 

Tak hanya itu, berkumpulnya remaja putra dan putri disitu berarti adalah prilaku ikhtilat atau campur baur yang diharamkan Allah swt. Lantas mereka hanya merasa bersalah kepada pihak sekolah dan masyarakat? Itupun karena aksi mereka diprotes oleh publik.

Penyesalan paling utama seharusnya mereka tujukan pada Allah swt yang menciptakan mereka. Allah swt yang telah memberi nikmat hidup para mereka. Allah swt pula yang memberi nikmat bangku sekolah pada mereka, disaat hari ini pendidikan telah diprivatisasi hingga mahal dan tak terjangkau semua orang. Tapi meski klarifikasi mereka dilakukan dengan memakai pakaian tertutup, hal itu kontras dengan ucapan mereka. Tidak ada ucapan menyesal telah melanggar aturan Allah swt.

Sesungguhnya mereka bukan sekedar merugikan netizen, sekolah dan dinas pendidikan saja. Lebih dari itu, mereka telah merugikan diri mereka sendiri. Perbuatan mereka yang dilakukan di tengah wabah corona beresiko terjangkiti virus tersebut. Namun yang paling penting, pelanggaran yang mereka lakukan bermuatan maksiat, yang bernilai dosa dihadapan Allah swt. Kelak perbuatan mereka akan dihisab oleh Allah swt.

Cacat Pendidikan Sekuler

Lagi-lagi sistem pendidikan sekuler negeri ini menunjukkan kegagalannya. Darinya telah lahir lulusan-lulusan berprilaku buruk. Selama ini sejumlah cacatan prilaku buruk pun pernah dilakukan oleh pelajar. Melakukan tindak kekerasan baik pada teman ataupun guru, melakukan seks bebas dan terlibat narkoba terjadi pada pelajar.

24 Maret 2020

Beraktivitas di Tengah Wabah Corona

https://www.vivanews.com/


Masih dalam masa karantina, demi membantu memutus rantai penyebaran virus Covid 19. #DiRumahSaja. Menonton film Contagion (2011) menjadi salah satu menu aktivitas aku dan suami di hari Senin, 23 maret 2020. Ceritanya mirip sekali dengan kondisi kita hari ini.

Muncul satu jenis virus baru, yang berakibat menimbulkan gejala batuk, sakit kepala, demam hingga sesak nafas. Tak menunggu lama, hari ketiga terjangkiti virus tersebut, korban pertama yang dimunculkan dalam film itu pun tewas mengenaskan. Tubuhnya kejang – kejang, mulut mengeluarkan busa dan seketika kehilangan nyawa.

Kejadian yang sama secara cepat ditemukan pula pada anak korban, serta orang – orang yang pernah kontak dengannya. Setiap harinya jumlah orang yang terpapar virus tersebut terus bertambah. Penularan yang cepat terjadi melalui kontak fisik, percikan batuk penderita dan bersentuhan dengan benda – benda yang terkontaminasi virus.