18 Juli 2020

Kamu Boleh Jadi Bucin, Asal Penuhi 5 Syarat Ini


Bucin atau Budak Cinta adalah istilah kekinian yang dipakai untuk menyebut orang-orang yang tergila-gila dengan cinta. Sangking gilanya dia rela berbuat apapun untuk orang yang dicintainya. Rela berkorban apapun buat si doi. Ingatnya cuma sama dia. Terlalu sibuk sama si dia. Mengutamakan kebahagian si dia ketimbang bahagia diri sendiri.
Alhasil bucin sering diidentikkan dengan remaja. Mereka yang masih labil. Masih mencari jati diri. Berpikir pendek. Tidak rasional. Merekalah yang diyakini sebagai orang yang mau jadi bucin bagi pasangannya. Kesannya negatif ya.

Isitilah bucin nggak selamanya harus dipandang negatif sih. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. 5 Syarat ini bisa jadi merubah imej bucin menjadi positif.

1. Kamu harus menjadi orang yang berkualitas 


Bukan hanya remaja yang bisa memiliki cinta yang besar. Setiap orang berpotensi merasakan cinta yang amat mendalam. Salah satu contohnya adalah youtuber cantik Riri Yassir. Dia perempuan dewasa yang sangat mencintai suaminya. Saat masih menjadi pengantin baru, suaminya mengalami gejala sakit tertentu. Akhirnya sang suami divonis terkena gagal ginjal.

Sejak itu hingga kini sekitar 5 tahun pernikahan dia setia merawat suaminya. Ia rutin mengantar suaminya cuci darah. Sampai kini hitungan cuci darah suami Riri sudah mencapai angka 400. Artinya sudah 400 kali dia bolak balik ke rumah sakit menemani suaminya.

Kalau remaja biasanya tertarik pada fisik kan ya. Kalau fisik si doi berubah. Udah nggak keren lagi. Sakit misalnya. Apa masih cinta?

Berbeda kalau kita menjadi orang yang berkualitas, mencintai bukan semata soal fisik, tapi keseluruhan dirinya. Termasuk pribadinya. Sehingga perubahan kondisi fisik tak merubah rasa cinta.

 2. Kamu harus mencintai orang yang berkualitas 
Siapa yang akan kita cintai itu penting. Kalau kita mencintai orang brengsek, maka dia akan memperlakukan kita dengan buruk. Banyak cerita remaja cewek yang jadi bucin lalu dipaksa pacarnya buat menyerahkan keperawanan. Ujung-ujungnya berbadan dua lalu diminta menggugurkan kandungan. Ribet kan urusannya. Cinta berbuah malapetaka namanya.
Atau cowok bucin yang diporotin sama cewek idamannya. Ada uang abang bakal disayang. Nggak ada uang, abang ditendang. Nah, payah kan tuh.

Kalau cewek tertarik dengan seorang cowok yang baik pribadinya. Dekat dengan PenciptaNya. Mandiri. Memiliki rasa tanggung jawab yang tampak dari sikapnya pada orang tua dan keluarga. Disenangi banyak orang karena prilaku baiknya. Kemungkinan besar cowok itu nggak bakal membahayakan diri si cewek.

Kalau dia menganggap si cewek pantas buat dia, maka dia akan mengajak si cewek ke pelaminan. Dia nggak bakal tega menyakiti cewek. Dia akan menjaga kehormatan cewek. So sweet kan kalau naksir sama orang begitu.

 3. Alasanmu mencintai harus berkualitas

Alasan melakukan perbuatan adalah satu dari dua hal penting, untuk menjamin hidupmu benar. Kalau alasan kamu mencintai seseorang itu benar, maka jalan hidupmu akan lebih mudah. Demikian sebaliknya

Mencintai karena semata tampang kece misalnya, tentu salah. Sebab keindahan fisik tak menjamin dia mampu membawamu ke arah yang baik. Fisik juga nggak kekal. Suatu saat akan pudar. Lagipula keindahan fisik adalah anugerah alamiah dari Sang Pencipta. Kalau yang pantas dicintai adalah manusia berfisik indah, kemana keadilan bagi yang lainnya?
Lalu alasan mencintai yang benar itu gimana?

Kalau kamu muslim, Islam sudah kasih panduan untuk memilih pasangan. Inilah cara paling berkualitas yang bisa kamu lakukan. Nabi menyuruh kita mencintai karena empat alasan. Boleh karena fisiknya, keturunannya atau hartanya. Tapi yang utama dari semuanya adalah karena agama.

Kalau seorang cewek menambatkan hati pada cowok yang benar-benar baik agamanya. Benar-benar baik ni ya. Maka prilaku si cowok akan dihiasi akhlak baik yang bisa membuat istrinya tiap hari jatuh cinta pada dirinya. Fisiknya pun akan tampak indah dimata sang istri karena keindahan akhlaknya. Bukan istri saja yang ingin membuat suami bahagia. Suami pun akan membuat istri berbunga-bunga setiap saat. Aku bisa berkata demikian karena sudah merasakannya. Hihihi.

 4. Caramu mencintai harus berkualitas
  

Selain alasan mencintai yang harus berkualitas, jangan lupa hal yang kedua yaitu cara mencintai, harus berkualitas juga. Kalau kita dibimbing oleh ilmu gampang deh urusannya. Kita bakal paham cara mencintai yang berkulitas. Lagi-lagi berbicara sebagai muslim, cara mencintai berkualitas sudah dituntun oleh Allah swt.

Salah satunya adalah kata Allah swt di dalam al Qur’an, “Dan pergaulilah istrimu dengan (akhlak yang) baik. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allâh menjadikan padanya kebaikan yang banyak [An-Nisâ’/4:19]

Wah kalau cowok bucin berbekal ilmu, istrinya bakal jadi ratu di rumah. Si istri bakal disayangi, diperhatikan, digauli dengan baik, dididik dan dinafkahi. Ketika istri minta suaminya melakukan hal-hal aneh yang tidak baik, dia bukan menuruti tetapi menasehati.

Cewek bucin berilmu juga demikian. Meski cintanya menggebu-gebu dia nggak bakal membahayakan kehormatannya. Dia akan memberi kode bagi si cowok buat naik ke pelaminan.

Kayak Fatimah binti Muhammad saw kira-kira. Ternyata Fatimah sejak gadis sudah menggilai Ali bin Abi Thalib. Namun karena iman dan ilmunya, Fatimah nggak hanyut dengan cinta. Dia paham jodoh sudah Allah tentukan. Tak akan tertukar. Dia menunggu jodohnya datang. Dan berharap yang datang adalah lelaki pujaannya.

Sebelum saat itu tiba, dia menahan rasa hanya di dalam hati saja. Fatimah fokus dengan kehidupannya, dengan ketaatannya pada Allah swt. Sampai akhirnya Ali melamar Fatimah, setelah sebelumnya beberapa lamaran ditolak Fatimah. Masya allah, Fatimah berhasil mencintai dengan cara yang berkualitas.
  
5. Tujuanmu mencintai harus berkualitas 

Ada lagi ternyata hal penting yang harus dilakukan agar kamu nggak jadi bucin rendahan. Kami harus punya visi kehidupan yang jelas. Lagi-lagi berbicara mengenai seorang muslim, visi tertinggi hidupnya adalah menuju surga.

Bila visi kehidupan sudah ditetapkan, yaitu hidup untuk mengumpulkan bekal akhirat, otomatis kita akan mencari teman menuju kesana. Kita nggak sekedar ingin berbahagia menikmati dunia dengannya, tapi juga ingin berkumpul kelak di surga.

Poin ke-5 ini bila dimiliki dengan keteguhan, akan diiringi dengan poin-poin lainnya. Kamu akan menempah diri menjadi orang berkualitas, akan mencari pasangan yang berkualitas, alasan dan caramu mencintai pun akan berkualitas. Klop deh. 

2 komentar:

  1. Tambahan dari saya agar kita terus selalu berdoa kepada sang Maha Pemilik Cinta sang Pembolak Balik Hati agar hati kita dan pasangan tetap dijaga agar tujuan kita tetap fokus menuju jannahNya

    BalasHapus
    Balasan
    1. masya allah.. makasih tambahannya mbak

      Hapus