![]() |
| pikiran-rakyat.com |
Belajar Dari Kasus Sushant Singh Rajput
Di waktu senggang, kadang aku iseng lihat-lihat kabar terkini kehidupan warganet di kolom searching akun Instagram. Senin tanggal 14 Juni aku iseng kayak gitu. Satu wajah paling banyak berseliweran di situ. Seorang aktor India. Wajahnya nggak asing. Pernah kulihat di satu dua film. Tapi aku nggak tahu namanya.
Sampai kutemukan namanya di salah satu akun IG di situ, Sushant Singh Rajput. Penasaran aku cari di Google, ada apa dengan aktor tersebut. Oh, ternyata dia meninggal karena bunuh diri. Na’udzubillahi min dzalik.
Usianya 34 tahun, lebih muda satu tahun dariku. Usia manusia dewasa, yang selayaknya mulai tenang menghadapi kehidupan. Mulai mampu mengelola emosi. Mulai memperbaiki kesalahan-kesalahan di masa muda kemarin. Lebih serius mempersiapkan masa depan, jika kemarin masih menyia-nyiakan.
Baca Juga: 3 Hal Ganjil Di Tengah Gencarnya Program KB
Yah, tapi inilah kenyataan. Sushant dikabarkan mengalami depresi sebelum kematiannya. Namun, kita tidak pernah benar-benar tahu seluruh persoalan yang sedang dihadapinya. Bunuh diri bukanlah sesuatu yang tepat jika dijelaskan hanya dengan satu penyebab.
Depresi dan tekanan psikologis dapat dialami siapa saja, baik remaja, dewasa maupun orang yang lebih tua. Karena itu, penting bagi kita untuk tidak menganggap sepele persoalan mental dan kesedihan yang dialami seseorang.
Setiap kejadian mengandung pelajaran. Kiranya dari berita tersebut aku pun ingat beberapa hal.
Pertama, aku berlindung kepada Allah dari rasa putus asa dan kehilangan harapan hingga mengakhiri hidup. A’udzubillahi min dzalik.
Baca Juga: 4 Prinsip Sukses Berbisnis Ala Suami Saya
Kedua, aku bersyukur kepada Allah Swt. atas hidupku. Meski tak punya uang sebanyak artis. Meski tak terkenal seperti artis. Tapi aku punya Islam yang menjadi jalan hidupku. Aku berada di antara orang-orang yang bisa diajak bertukar pikiran. Ada teman diskusi. Alhamdulillah.
Tiada yang lebih berharga dari Islam dan dekat dengan orang-orang saleh. Belajar tentang kesabaran, keikhlasan, dan selalu berharap kepada Allah Swt. Ketika menghadapi masalah, kita perlu mencari pertolongan, berdiskusi dengan orang yang dipercaya, dan terus mencari jalan keluar. Masya Allah.
Ketiga, kejadian ini kembali mengingatkan kalau ketenaran dan uang bukan jaminan kebahagiaan. Dunia hiburan menawarkan kesenangan, tetapi belum tentu memberikan ketenangan. Jadi tak perlu mengagumi glamornya kehidupan selebritis. Meski ia cantik atau tampan dengan segudang talenta keartisan.
Tak perlu iri menginginkan kehidupan gemerlapan. Meski terlihat menyenangkan, kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya sedang dihadapi seseorang di balik kehidupan yang tampak indah.
Karena kebahagiaan tidak semata-mata diukur dari banyaknya uang, ketenaran atau kemewahan. Bagi seorang muslim, ketenangan hati juga berkaitan dengan kedekatan kepada Allah, rasa syukur, serta memiliki orang-orang yang dapat menjadi tempat berbagi ketika menghadapi kesulitan.
Baca Juga: Nyurhatin Para Suami Yang Abai Beri Nafkah


0 Comments
Post a Comment