Monday, October 18, 2021

Suami Menjual Istri: Ketika Kemiskinan dan Kerusakan Moral Menghancurkan Keluarga

Polisi menangani kasus suami yang mengeksploitasi istrinya
https://www.suara.com/

Saya tadinya ingin mengomentari sebuah kasus dari Surabaya tentang seorang pria yang mengeksploitasi istrinya demi mendapatkan uang. Yang membuat hati miris, saat itu sang istri sedang hamil.

Sang istri awalnya menolak. Namun ia mengaku mendapat tekanan dari suaminya hingga akhirnya mengikuti keinginan tersebut. Kasus itu kemudian diproses secara hukum.

Saya jadi berpikir, bagaimana mungkin seorang suami yang seharusnya menjadi pelindung justru mengeksploitasi perempuan yang menjadi tanggung jawabnya?

Saya mencoba melihat persoalan ini lebih luas. Menurut saya, ada beberapa persoalan yang perlu diperhatikan.

Pernikahan Itu Suci

Kebanyakan orang memahami bahwa pernikahan adalah ikatan sakral yang penuh tanggung jawab.

Dalam pernikahan, suami memiliki amanah untuk menyayangi, menjaga dan melindungi istrinya. Karena itu, tindakan mengeksploitasi istri demi kepentingan ekonomi maupun pemuasan hawa nafsu jelas bertentangan dengan tujuan pernikahan.

Kasus seperti ini membuat kita bertanya: mengapa ada orang yang sanggup memperlakukan pasangan hidupnya sedemikian rupa?

Kemiskinan dan Tekanan Ekonomi

Salah satu alasan yang sering muncul dalam berbagai kasus kejahatan adalah persoalan ekonomi.

Pada Maret 2021, BPS mencatat jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 27,54 juta orang. Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan masih menjadi masalah serius.

Namun tentu saja, kemiskinan tidak dapat dijadikan pembenaran untuk mengeksploitasi pasangan.

Justru di sinilah negara dan masyarakat perlu memikirkan bagaimana memastikan keluarga memiliki kehidupan yang layak sehingga tekanan ekonomi tidak semakin memperburuk persoalan keluarga.

Bahaya Pornografi

Persoalan lain yang saya lihat adalah pornografi.

Pornografi mudah ditemukan melalui berbagai media dan dapat memengaruhi cara seseorang memandang hubungan, tubuh dan seksualitas. Karena itu, keluarga perlu memberikan perhatian serius terhadap paparan pornografi, terutama kepada anak dan remaja.

Pendidikan agama juga penting. Anak perlu mendapatkan pemahaman yang benar tentang kehormatan diri, hubungan laki-laki dan perempuan, serta batas-batas yang ditetapkan agama.

Pendidikan Keluarga Tidak Boleh Diabaikan

Keluarga merupakan tempat pertama seorang anak belajar tentang kehidupan.

Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan sekolah. Orang tua juga harus membangun kepribadian anak sejak dini, termasuk menanamkan nilai agama dan mengajarkan bagaimana memperlakukan orang lain dengan baik.

Dalam pandangan Islam yang saya yakini, manusia membutuhkan aturan yang membimbing kehidupannya agar tidak memperturutkan hawa nafsu.

Negara Juga Punya Tanggung Jawab

Persoalan keluarga tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan nasihat pribadi.

Negara memiliki tanggung jawab menciptakan kehidupan yang memungkinkan rakyat memenuhi kebutuhan dasarnya, memperoleh pendidikan yang baik, serta mendapatkan perlindungan hukum.

Rasulullah saw. bersabda:

“Imam (pemimpin) adalah penggembala dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.”

Hadis ini mengingatkan bahwa kepemimpinan adalah amanah.

Karena itu, ketika terjadi persoalan sosial yang terus berulang, kita tidak cukup hanya menyalahkan pelakunya. Kita juga perlu melihat lingkungan dan sistem yang memungkinkan berbagai persoalan tersebut terjadi.

Baca Juga: Keluargaku Bentengku

Problem Sistemik Membutuhkan Solusi Sistemik

Bagi saya, kasus suami yang mengeksploitasi istrinya bukan sekadar persoalan perilaku individu.

Ada persoalan ekonomi, pendidikan, keluarga, pornografi, hukum, dan lingkungan sosial yang perlu dibenahi.

Jika persoalannya saling berkaitan, penyelesaiannya pun tidak cukup hanya dengan menghukum pelaku setelah kejahatan terjadi.

Dalam pandangan Islam yang saya yakini, kehidupan masyarakat perlu diatur dengan aturan yang bersumber dari syariah Islam. Karena itu, saya memandang penerapan syariah secara menyeluruh dalam institusi Khilafah sebagai solusi sistemik untuk berbagai persoalan kehidupan.

Semoga kita mampu membangun keluarga yang saling menjaga kehormatan, bukan saling mengeksploitasi.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat. Aamiin.

2 Comments:

  1. duh betapa teganya suaminya ya, dan istrinya juga sudah sangat tergantung sauminya shg takut diceraikan. miris banget

    ReplyDelete
  2. iya buk.. disinilah peran pemerintah untuk bisa mengatasi hal semacam ini ya buk.. yakni membersihkan apa yang menjadi akar masalah itu..

    ReplyDelete