4 Prinsip Sukses Berbisnis Ala Suami Saya

dok. pribadi

Kehidupan kita hari ini bak hutan rimba. Masing-masing penghuni di dalamnya harus survive dengan usahanya sendiri. Siapa yang kuat dialah pemenangnya. Bagi yang lemah, tak ada pengayoman maksimal dari negara. Hanya bantuan seadanya yang lebih banyak diberikan oleh sesama masyarakat.

Nyurhatin Para Suami Yang Abai Beri Nafkah

koleksi pribadi

Aku kecewa berat dengan para suami masa kini. Sekitar 60 persen rumah tangga yang ku kenal, suaminya kurang bertanggung jawab. Memberi nafkah adalah salah satu kewajiban suami pada keluarga. “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf” [al Baqarah / 2:233]

(Resep) Es Rempah Plus, Segar, Enak Banget dan Menyehatkan

Apakah kamu pencinta  jajanan  kayak boba ice, cendol atau sejenisnya? Minuman-minuman itu enak sih, tapi kurang sehat. Karena mengandung gula yang tinggi serta santan. Ada loh minuman yang rasanya nggak kalah enak namun lebih sehat. Nggak perlu beli. Kamu bisa buat sendiri di rumah. Bahannya familiar dan caranya gampang kok. Kalau dianggap repot, yaah repot-repot dikit nggak apa-apa-lah ya. Kan yang penting enak dan sehat. Bahan utamanya adalah rempah, plus tambahan buah-buahan dan bijian. Simak resepnya di bawah ini;

Belajar Dari Kasus Bunuh Diri Sushant Singh Rajput

pikiran-rakyat.com

Di waktu senggang, kadang aku iseng lihat-lihat kabar terkini kehidupan warganet di kolom searching akun Instagram. Senin tanggal 14 Juni aku iseng kayak gitu. Satu wajah paling banyak berseliweran disitu. Seorang aktor india. Wajahnya gak asing. Pernah ku lihat di satu dua film. Tapi aku nggak tahu namanya.

Kala Bisnis Prostitusi Gay Terungkap

https://www.cnnindonesia.com/
Sumber foto: https://www.cnnindonesia.com/



Sebuah kasus asusila terjadi di kota Medan, Sumatera Utara baru-baru ini. Tepatnya di komplek Tasbih 2, Medan polisi menemukan bisnis amoral berbentuk jasa pijat plus jasa seks sejenis. 11 orang lelaki telah diamankan dari lokasi tersebut. Satu orang adalah pemilik bisnis. Sepuluh lainnya sebagai terapis. 

Melestarikan Tradisi Muhasabah Melalui Medsos


Muslim yang baik akan memahami posisinya di dunia, yaitu untuk mengabdi sepenuhnya pada Allah subhanahu wa ta'ala. Sebab untuk itulah ia diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Firman Allah subhanahu wa ta'ala dalam al Qur’an surat adz-Dzariyat ayat 56 yang artinya, “Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu’.

Maka dari itu wujud ibadah hakikatnya adalah ketaatan pada aturan Allah subhanahu wa ta'ala secara keseluruhan. Meski zaman senantiasa berubah, ketaatan tak boleh berubah. Era kini eranya digital. Internet merajai arus informasi di kalangan masyarakat. Di dalamnya tumbuh subur media sosial, yang menghubungkan antar manusia dari berbagai belahan dunia. Bagaimana seorang muslim menyikapinya?

Media sosial (Medsos) sejatinya tetap harus dibingkai dengan ketaatan pada Allah subhanahu wa ta'ala. Bagaimanapun medsos hanya alat komunikasi dan informasi. Dia sarana yang bebas nilai. Dia benda mati yang layak dipergunakan untuk kebaikan. Dalam standar Islam, kebaikan itu hanya terletak pada ajaran Islam itu sendiri.

Jika medsos merupakan salah satu media efektif menyampaikan pesan pada sesama, maka hal itu sejalan dengan ajaran dakwah dalam Islam. Dakwah merupakan aktivitas mengajak manusia ke jalan Allah subhanahu wa ta'ala. Dakwah dapat disampaikan dengan lisan maupun tulisan. Disinilah efektifitas medsos, ketika ia dapat menjadi sarana tersampaikannya Islam pada masyarakat pengguna medsos secara luas. Baik dengan tulisan maupun dengan lisan seperti dalam bentuk video. Inilah yang senantiasa harus diingat oleh muslim, bahwa medsos adalah sarana dakwah.


Dakwah Pada Penguasa Itu Kewajiban

Rasulullah saw bersabda: “Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran (berkata yang baik) di hadapan penguasa yang zalim.” (HR. Abu Daud)

Al-Mubarokfuri dalam Kitabnya Tuhfatul Ahwadzi ( 6 / 330 ) menjelaskan, bahwa maksud dari hadits di atas adalah; menegakkan amar makruf nahi munkar, memperjuangkan kebenaran dan melawan kebatilan yang dilakukan oleh penguasa zalim. Itulah bentuk Jihad yang paling mulia. Baik hal tersebut dilakukan secara langsung dengan lisan, ataupun dengan tulisan dan berbagai sarana lainnya.

Jangan Lupa Menghargai Pasanganmu


Pictured by https://www.youtube.com/watch?v=jBw_Eta0HDM


Dihargai dan bahagia Jadi Poin 

Dihargai dan bahagia, dua hal yang menjadi poin penting film india berjudul “Thappad”. Kisahnya sederhana, namun mengena. Amritha adalah seorang perempuan india yang memutuskan menjadi full housewife. Dengan alasan cinta, dia mengabdikan diri mengurus rumah tangga. Senang hati dia melakukannya. Tak ada beban sama sekali. Sebab cinta mampu menjadi mantra dahsyat penghilang segala penat mengurus suami dan rumah.

Sehari-hari Amu, panggilan Amritha oleh orang-orang terdekatnya, bangun paling awal. Ia langsung membuka jendela kamar. Lalu menuju dapur untuk membuat teh. Selesai membuat teh, ia pergi ke balkon menikmati pagi sambil menyeruput teh. Setelah itu ia membawa teh ke kamar dan membangunkan suaminya, Vikram.

Kembali lagi ke dapur untuk membuat sarapan bersama Asisten Rumah Tangganya. Setelah itu ia ke kamar ibu mertuanya untuk memeriksa gula darah sang mertua. Ia turut bertanggung jawab mengawasi kesehatan mertua.

Terakhir ia mengiringi Vikram yang menuju ke luar hendak berangkat kerja, sambil membawakan barang-barang milik Vikram seperti dompet, botol minuman dan file. Usai suaminya berangkat kerja, Amu melatih anak tetangganya menari. Kadang menonton TV. Kadang juga berkunjung ke rumah orangtuanya. Di akhir pekan Amu dan suaminya jalan-jalan.

Kehidupan Amu bisa dikatakan sempurna, dengan suami tampan dan mapan, serta mertua yang baik. Bisa bikin iri para perempuan lain tentunya.

Sampai tragedi itu datang. Suatu malam Amu dan Vikram mengadakan pesta sukuran atas suksesnya karir Vikram. Sedang asik-asiknya berpesta, Vikram mendapatkan kabar buruk tentang pekerjaannya.