Jaga Kewarasan Di Masa Pandemi

Kondisi pandemi memang bukan kondisi normal. Segalanya berubah. Sebelumnya kita bebas kemana-mana. Kini serba dibatasi. Apalagi akhir-akhir ini covid-19 makin tak terkendali, ruang gerak kita pun makin dipersempit. Banyak juga yang akhirnya kehilangan pekerjaan akibat pandemi. Belum lagi di dunia pendidikan. Para emak yang menghadapi belajar online anak-anaknya merasakan pusing tujuh keliling.

Kalau akhirnya banyak yang merasa tertekan di masa pandemi ya bisalah dimaklumi. Tapi bukan berarti harus mengekspresikan rasa bosan dan tertekan dengan prilaku yang buruk dong. Kalau tertekan dengan keadaan lalu menjadikan narkoba sebagai pelarian, ya ini nggak bener.

Sebagai muslim disinilah diuji kesabaran kita. Kita harus tetap menjaga kesehatan mental, selalu menjaga hubungan dengan Allah swt lewat berbagai amal salih yang Allah perintahkan.

Selain itu juga diperlukan kreatifitas dalam beraktivitas. Kita nggak bisa memaksa keadaan agar sesuai keinginan kita. Tapi kitalah yang harus menyesuaikan diri dengan keadaan berdasarkan prinsip hidup yang kita pegang.

Apalagi muslim yang memiliki Islam sebagai pandangan hidup. In sya allah nggak nemu bosan ketika menjalani hidup dengan Islam. Berikut cara-cara yang menurutku bisa kita lakukan untuk menjaga kewarasan.

Baca Juga: Pulau Lantigiang, Keindahan Alam Yang Dijual

Pertama, jalani peran dengan ikhlas. Ilmu ikhlas merupakan ilmu yang paling tinggi ya. Menjaga pikiran agar selalu terhubung dengan Allah swt. Mengingat Allah dalam setiap aktivitas, bahwa kita berbuat ataupun tak berbuat semata karena Allah swt. Memang sulit. Tapi kita harus tetap berusaha untuk ikhlas.

Jalani peran sebagai isteri yang baik, karena itu diperintahkan Allah swt dan dijanjikan pahala yang besar. Jalani juga peran-peran lainnya dengan kesadaran bahwa disitu ada perintah dan larangan Allah swt. Allah melindungi muslim yang ikhlas dari godaan syetan (QS. Al Hijr: 42).

Kedua, interaksi dengan qur’an dan rutinkan doa. Berkomunikasi dengan porsi yang pas memang berdampak baik bagi mental kita. Apalagi komunikasi dengan Allah swt lewat doa dan interaksi dengan al Qur’an. Kita bisa curhat sebanyak-banyaknya dan sepuas puasnya dengan Sang Pencipta Allah swt. In sya allah akan dijawab Allah swt melalui ayat-ayatNya.

Sudah sering kita mendengar kisah seseorang yang butuh solusi, memohon solusi pada Allah swt lalu Allah tunjukkan solusi itu saat ia membaca ayat-ayat al Qur’an. Masya allah. Ada solusi dibalik ketaatan (QS. At Thalaq ayat 2). Ada ketenangan di balik keimanan (QS. Al fath ayat 26).

Ketiga, rutin mengkaji Islam. Saya merasakan sendiri energi yang muncul saat mendengar nasihat-nasihat Islam. Memahami perintah dan larangan Allah swt. Mempelajari sejarah umat Islam dan pelajaran lainnya membuat hidup terasa lebih hidup. Ilmu tak cuma obat kebodohan, tetapi juga bisa mengusir rasa bosan.

Baca Juga: Child Free, Menyalahi Tujuan Pernikahan

Ilmu juga senjata kita agar terhindar dari kemaksiatan. Dengan ilmu kita bisa serius menjalani kehidupan, berpikir dahulu sebelum berbuat. Ilmu pun mendorong kita agar kreatif menghindari rasa bosan dan tertekan.

Keempat, beri perhatian pada orang-orang tersayang. Banyak kisah di sekitar kita yang mengajarkan bahwa peduli pada sesama bisa membuat kita merasa masalah kita menjadi lebih ringan. Kita bisa lebih bersyukur dan berlapang dada untuk menerima keadaan yang tak sesuai harapan kita.

Peduli sesama bisa dengan menjaga komunikasi khususnya pada keluarga dan kerabat dekat, berbagi cerita, berbagi ilmu, dana dan apapun yang mampu kita lakukan buat orang lain. Sehingga pikiran kita aktif dan sibuk, anti bosan.

Kelima, mengambil pelajaran positif dari berita kematian. Orang-orang beriman adalah mereka yang bisa mengambil pelajaran positif dari segala peristiwa yang terjadi. Kematian adalah sebaik-baik pelajaran bagi kita. Ia pengingat bahwa dunia tidak kekal.

Saat ini giliran orang lain. Bisa jadi besok giliran kita dipanggil Allah swt. Mengingat mati seharusnya membuat kita tak lagi terlalu senang dengan hiburan, hura-hura, menumpuk harta dan urusan dunia lainnya. Kelak semua akan kita tinggalkan.

Ini terjadi saat ini, dimana covid-19 menjadi sarana penghantar kematian banyak orang, termasuk orang-orang yang kita kenal. Semoga mereka yang wafat dalam keadaan beriman diterima Allah swt amal salihnya dan diampuni dosa-dosanya. Semoga kita juga kelak menyusul dalam keadaan husnul khatiman. Aamiin

Baca Juga: Alangkah Lucunya Negeri Ini (Jadul Movie)

2 comments:

  1. Aaamiiin. Baca ini aku selalu mengingatkan diriku sendiri, kalo semua yg udh terjadi pasti Krn takdir Allah mba. Awal2 pandemi aku juga shock, kayak susah mau percaya, apalagi Krn mamaku meninggal Krn wabah ini. Trus mulai temen2, sodara Deket. Jadi kayak disadarin, kematian itu dekeeet banget. Temen yg 2 hari lalu msh saling komentar, kok ya tiba2 meninggal. Aku JD sadar siap ga kalo aku yg seperti itu nantinya :(.


    Dan JD reminder ku juga, supaya ga sombong, ga jumawa kalo masih sehat sampai sekarang, perbanyak zikir trus. Kita ga pernah tahu kapan akan dipanggil :(.

    Artikelnya bagus mba :). Semoga dengan semakin sering aku membaca yg baik2 seperti ini, aku jadi makin dekat dengan Yang di Atas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. masya allah, ada hikmah dari segala musibah ya mbak..

      Delete