Thursday, June 13, 2024

Cara Kreatif Anak SMP Cari Duit Buat Bayar SPP, Bukan Jual Diri

 

https://almasoem.sch.id/

Saat artis Shireen Sunkar menjadi bintang tamu di kanal Yotube Fuji an, dia cerita tentang pengalamannya bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah artis Maya Estianti. Waktu itu Shireen bersama beberapa teman sekolahnya bermaksud ingin ngumpulin uang untuk membantu temannya yang butuh membayar uang sekolah. Mereka hanya punya uang saku dari orangtua dan mereka butuh lebih dari itu.

Lalu cara kreatif yang terpikir oleh mereka untuk mendapatkan uang adalah menawarkan diri menjadi pembantu rumah tangga alias ART di rumah artis. Mereka kerja cuma sehari. Mereka mengerjakan pekerjaan rumahan yang mungkin di rumah mereka sendiri hal itu bukan menjadi tugas mereka. Menyapu, cuci piring dan lain sebagainya. Sorenya uang yang mereka inginkan pun didapatkan.

Aku mendengar cerita itu kok berasa keren ya. Hal itu cara instan yang keren buat anak sekolah mendapatkan uang, tanpa kehilangan kehormatan mereka. Soalnya kala mendengar cerita mereka aku teringat sama remaja lainnya, baik di zaman aku dulu remaja ataupun remaja masa kini, yang mencari uang dengan cara instan tetapi sampai merelakan harta berharga mereka.

Badan perempuan itu berharga loh. Tubuh manusia ciptaan Allah swt. Terkhusus bagi perempuan, Allah memberi izin pada diri kita untuk disentuh hanya oleh mahram kita. Semisal keluarga inti atau kandung dan suami. Namun banyak remaja yang rela disentuh oleh sembarangan orang, bukan mahram mereka, demi apa yang mereka sebut sebagai cinta, termasuk juga demi uang.

Pernah aku dengar cerita di sekitarku, seorang pelajar SMP menawarkan tubuh mereka buat disentuh sama laki - laki dengan imbalan sejumlah uang. Lebih jauh dari itu, ada yang sampai rela kehilangan keperawanan. Aku pikir cerita seperti ini bukan hal asing lagi di zaman ini.

Kenapa para remaja itu nggak berpikir sebijak Shireen ya? Kenapa mengambil tindakan beresiko seperti itu?

Kok nggak merasa sayang sama tubuhnya, dibiarkan aja dipegang - pegang sama orang yang tak berhak. Ya, miris dengan kondisi para remaja yang berpikir ala sumbu pendek dan nekat. Mereka butuh sekali buat diarahkan kepada jalan hidup yang benar. Semoga berbagai kalangan makin memahami kebutuhan para Gen Z untuk diarahkan cara berpikirnya agar lebih mampu menghadapi tantangan zaman.

0 Comments

Post a Comment