Anak jalanan adalah salah satu potret suram dunia anak. Mereka seharusnya berada di sekolah, belajar, bermain, dan tumbuh dalam lingkungan yang aman. Namun sebagian anak justru menghabiskan waktunya di jalan, mencari uang dengan mengamen atau melakukan aktivitas lainnya.
Saya pernah menyaksikan sendiri anak-anak berkeliaran di jalan. Setelah mendapatkan uang dari pengendara, sebagian menggunakannya untuk membeli rokok. Mereka berkumpul bersama teman-temannya dan menghabiskan waktu di pinggir jalan.
Di sisi lain, persoalan anak juga terlihat dari cara sebagian orangtua memperlakukan mereka. Saya pernah menyaksikan anak dibentak dan diperlakukan kasar hanya karena tidak mau makan.
Padahal anak yang sedang sulit makan belum tentu sedang membangkang. Bisa saja ia sedang tidak sehat, tidak menyukai makanan yang diberikan, atau memiliki alasan lain yang perlu dipahami orangtua.
Mendidik anak tentu membutuhkan ketegasan. Namun ketegasan berbeda dengan kekerasan. Perlakuan kasar dapat membuat anak merasa takut, terluka, bahkan menyimpan kebencian kepada orangtuanya.
Anak dan Perjudian
Persoalan lain yang perlu mendapat perhatian adalah perjudian yang melibatkan anak.
Saya sendiri pernah mengenal perjudian sejak masih kecil. Saat itu saya belum memahami bahwa apa yang dilakukan adalah perbuatan yang salah. Setelah beranjak dewasa dan mulai mempelajari Islam dengan lebih serius, saya memahami bahwa perjudian merupakan perbuatan yang harus ditinggalkan.
Yang memprihatinkan, perjudian kini semakin mudah ditemukan melalui teknologi digital, sebagaimana juga dibahas dalam artikel tentang perjudian online. Permainan yang dikemas sebagai hiburan dapat membuat anak terpapar aktivitas yang mengandung unsur perjudian.
Karena itu, perlindungan anak tidak cukup hanya dengan meminta mereka menjauhi hal-hal buruk. Anak membutuhkan orangtua yang hadir, pendidikan yang baik, lingkungan yang sehat, dan pengawasan terhadap media yang mereka konsumsi.
Pendidikan dan Lingkungan Anak
Berbagai lembaga dan masyarakat telah berusaha membantu anak-anak yang mengalami masalah, termasuk anak jalanan. Upaya tersebut tentu patut dihargai.
Namun persoalan anak begitu kompleks. Ada masalah keluarga, pendidikan, lingkungan, ekonomi, hingga pengaruh media. Karena itu, penyelesaiannya juga membutuhkan perhatian dari berbagai pihak.
Orangtua memiliki peran utama dalam mendidik anak. Mereka perlu memiliki bekal pengetahuan agar mampu mendampingi pertumbuhan anak dengan baik.
Sekolah juga memiliki peran penting. Pendidikan seharusnya tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membantu membentuk karakter dan memberikan bekal kepada anak untuk menghadapi persoalan kehidupan.
Media pun perlu mendapat perhatian. Anak tidak seharusnya dibiarkan begitu saja mengonsumsi berbagai tayangan tanpa pendampingan. Orangtua perlu memilihkan tontonan yang sesuai dengan usia dan memberikan batasan yang sehat.
Baca Juga: Jangan Menjadi Kampung Maksiat
Mendidik Anak dengan Nilai Islam
Sebagai seorang muslim, saya meyakini bahwa pendidikan anak harus dibangun di atas nilai-nilai Islam.
Anak perlu dikenalkan kepada Allah sejak dini, dibimbing untuk memahami mana yang baik dan buruk, serta diberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Orangtua tidak cukup hanya menyuruh anak menjadi baik. Mereka juga harus berusaha menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya.
Saya memilih untuk terus belajar tentang pendidikan anak dan menyampaikan pentingnya penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan. Untuk persoalan anak jalanan, saya juga menghargai orang-orang yang memberikan bantuan dan pendidikan kepada mereka.
Pada akhirnya, anak adalah amanah. Mereka membutuhkan kasih sayang, pendidikan, perlindungan, dan lingkungan yang baik agar dapat tumbuh menjadi manusia yang bermanfaat.
Saya berharap semakin banyak keluarga yang menyadari pentingnya mendidik anak dengan penuh kasih sayang dan nilai agama. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya terlindungi dari perjudian, kekerasan, dan pengaruh buruk lingkungan, tetapi juga memiliki bekal untuk menjalani kehidupan dengan baik.
Semoga Allah menjaga anak-anak kita dan menjadikan mereka generasi yang saleh, kuat, dan bermanfaat bagi umat. Wallahu a'lam bishawab.


suka sedih kalo lihat anak-anak yang dibentak orangtua... seharusnya orangtua bisa mengayomi, bukan membentak ya :)
ReplyDeleteoya mak, sekalian mau info, blogku lagi syukuran, ikut yaa giveaway-nya http://heydeerahma.com/index.php/2015/07/13/kontes-blog-giveaway-lebaran-bersama-heydeerahma
insya allah mak. selamat ya
DeleteBaru mampir kemari. Blognya bagus. Isinya juga berbobot ya mbak Eva. Semoga terus semangat! :-)
ReplyDeleteSilakan mampir ke blog saya www.tintaperak.com :-)
alhamdulillah..trima kasih mbak..
DeleteAh saya sering nyesek sendiri mak kalo anak anak diperlakukan dengn tidak sewajarnya.... semoga saja ada solusi yg tepat y mak utk semua permaslahan anak2 dinegara kita ini
ReplyDeleteia mak, saya juga berharap masalah anak bisa teratasi dengan formula terbaik. kalau saya yakin solusi yang paling jitu datangnya dari Islam mbak
Delete