Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Seorang remaja bernama Rayhan Oktaviannur Rahmadani kehilangan nyawa setelah terlibat dalam sebuah peristiwa kekerasan. Rayhan berusia 16 tahun dan merupakan pelajar SMAN 1 Tanah Grogot kelas 12. Ia juga dikenal sebagai atlet futsal Kabupaten Paser.
Rayhan menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang setelah menegur seseorang yang tengah berpacaran di kawasan hutan kota.
Sebelum akhirnya meninggal dunia, Rayhan sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Kepergiannya tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman-teman sekolah, dan orang-orang yang mengenalnya.
Menurut keluarga, Rayhan merupakan sosok yang penyabar di lingkungan keluarga maupun teman-temannya.
Yang membuat saya semakin prihatin, peristiwa ini bermula dari sebuah tindakan yang menurut keluarga dilakukan Rayhan untuk mengingatkan orang lain agar menjauhi perbuatan yang ia anggap sebagai kemaksiatan.
Tentu saja, amar ma'ruf nahi munkar bukan berarti seseorang boleh bertindak sembarangan. Menasihati harus dilakukan dengan cara yang bijaksana dan mempertimbangkan keadaan.
Namun, apa pun perbedaan pandangan dalam menyikapi teguran tersebut, kekerasan bukanlah jalan penyelesaian.
Sebuah teguran tidak seharusnya berujung pada pengeroyokan dan hilangnya nyawa seorang remaja.
Baca Juga: Anak Durhaka Didikan Sekulerisme
Ketika Remaja Jauh dari Nilai Agama
Peristiwa seperti ini semestinya membuat kita bertanya: mengapa konflik di kalangan remaja bisa berubah menjadi kekerasan?
Hari ini kita sering mendengar berbagai persoalan yang melibatkan anak muda, mulai dari perundungan, tawuran, begal, narkoba, perjudian hingga berbagai bentuk kenakalan lainnya.
Tentu tidak tepat mengatakan bahwa semua pemuda seperti itu. Masih banyak anak muda yang baik, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap agama serta masyarakat.
Namun fenomena kenakalan dan kekerasan di kalangan remaja tetap harus menjadi perhatian serius.
Menurut pandangan saya, salah satu persoalannya adalah semakin lemahnya nilai agama dalam kehidupan. Ketika agama tidak lagi menjadi landasan kuat dalam membentuk kepribadian, seorang anak dapat kehilangan pedoman dalam mengendalikan emosi, menyelesaikan konflik, dan membedakan perbuatan yang baik dan buruk.
Di sinilah saya melihat persoalan sekularisme dan liberalisme perlu dikritisi.
Ketika agama dipisahkan dari kehidupan, sementara kebebasan individu semakin dikedepankan, masyarakat membutuhkan landasan lain untuk mengarahkan perilaku manusia.
Jika pembinaan agama di keluarga, sekolah, dan masyarakat tidak kuat, bukan tidak mungkin anak-anak tumbuh tanpa bekal yang cukup untuk menghadapi berbagai pengaruh lingkungan.
Baca Juga: Anak Jalanan, Berjudi dan Diperlakukan Kasar
Jangan Biarkan Potensi Pemuda Terbuang
Pemuda sebenarnya memiliki potensi luar biasa.
Mereka memiliki tenaga, keberanian, kreativitas, dan semangat untuk melakukan perubahan. Sayangnya, potensi tersebut bisa terarah kepada hal-hal yang merusak apabila tidak dibimbing dengan nilai yang benar.
Karena itu, pendidikan generasi muda tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik.
Mereka juga membutuhkan pendidikan agama, pembentukan akhlak, lingkungan sosial yang sehat, keluarga yang kuat, serta aturan yang mampu melindungi mereka dari berbagai kerusakan.
Dalam pandangan Islam, pemuda bukan sekadar generasi penerus yang harus dijaga agar sukses secara materi. Mereka adalah bagian penting dari masyarakat yang harus dibentuk menjadi manusia yang bertakwa dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Islam mengajarkan amar ma'ruf nahi munkar, tetapi juga mengajarkan cara melakukannya dengan ilmu dan hikmah.
Karena itu, kita membutuhkan lingkungan kehidupan yang mendorong manusia kepada kebaikan, bukan lingkungan yang justru membiarkan berbagai kemaksiatan dan kerusakan berkembang.
Saya meyakini bahwa penerapan syariah Islam secara kaffah dapat menjadi bagian dari solusi untuk membangun kehidupan yang lebih baik, dengan membentuk individu yang bertakwa, keluarga yang kuat, masyarakat yang peduli, serta negara yang bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dan moral masyarakat.
Semoga Allah mengampuni Rayhan, menerima amal baiknya, memberikan kesabaran kepada keluarganya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.

0 Comments
Post a Comment