Rasa-rasanya tema perselingkuhan tak pernah sepi dari hiruk-pikuk kehidupan rumah tangga masyarakat kita. Perselingkuhan menjadi salah satu fenomena yang bisa merusak rumah tangga. Hubungan suami istri yang mulai dingin karena kelalaian keduanya dalam menjaga hubungan, makin diperparah ketika pintu perselingkuhan sengaja mulai dibuka.
Caranya, dengan mencari teman yang lebih asyik di luar sana daripada pasangan sah kita. Alhasil, perselingkuhan memang hubungan jahat yang layak dibasmi dari hidup kita.
Perkembangan dunia digital memunculkan satu istilah baru dalam dunia perselingkuhan, yaitu perselingkuhan emosional. Kalau yang biasa dikenal selingkuh itu berupa kontak fisik, nah, kalau perselingkuhan emosional, hubungan terjalin hingga batas perasaan saja.
Mereka saling mengenal dan tertarik di dunia maya. Berkomunikasi lewat media sosial. Berbagi kisah, saling memotivasi, tersenyum dan tertawa bersama, hingga hati berbunga. Bahkan, perasaan itu bisa lebih kuat daripada yang dirasakan kepada pasangan sah.
Ups, jangan salah. Emosi manusia nggak bakal tahan untuk terpendam lama. Hasrat untuk bertemu pada dua orang yang saling tertarik itu kuat. Jadi, perselingkuhan emosional sebenarnya hanya awalnya saja. Ini bisa menjadi nyata saat rasa itu membuncah.
Bahaya kan ya. Amit-amit deh. Na’udzubillah. Semoga saya dan para pembaca terhindar dari perilaku buruk itu.
So, apa upaya yang bisa kita lakukan untuk menghindari perselingkuhan emosional ini?
1. Pahami Hakikat Manusia
![]() |
Pertama, manusia punya potensi kebutuhan jasmani. Manusia dalam hal ini sama dengan hewan, memiliki rasa lapar, haus, ngantuk, lelah, sesak, buang air, dan karakteristik lainnya yang muncul dari hasil kerja organ tubuh kita.
Semua itu pemenuhannya bersifat pasti. Jika tuntutan rasa lapar misalnya tidak segera dipenuhi, maka dapat menimbulkan kematian.
Makanya dalam ajaran Islam, saat seseorang merasa sangat lapar dan di sekitarnya tidak ada yang bisa dimakan kecuali babi, maka sesuatu yang awalnya diharamkan menjadi boleh dimakan untuk mempertahankan hidup. Bukan untuk kenyang, tapi sekadar agar orang itu terhindar dari risiko kematian.
Kedua, manusia punya potensi naluri atau perasaan. Dalam hal ini pun manusia sama dengan hewan. Manusia memiliki rasa kagum, cinta, benci, marah, bangga, tersanjung, hasrat seks, dan lain sebagainya.
Rasa itu muncul bukan disebabkan hasil kerja organ tubuh, melainkan karena adanya rangsangan dari luar. Meski terkadang hormon tertentu yang bekerja dalam tubuh kita bisa saja memengaruhi perasaan kita. Tapi secara umum bisa dikatakan demikian: rasa tertarik pada sesuatu muncul berawal dari rangsangan terhadap fakta menarik yang terindra pada sesuatu itu.
Maha baik Allah SWT, dengan dua potensi yang membutuhkan pengaturan itu, manusia dibekali akal oleh-Nya. Dengan akal, manusia mampu memiliki ilmu untuk mengendalikan potensi kebutuhan jasmani dan nalurinya.
Ilmu yang benar akan menuntun manusia untuk memenuhi kebutuhan jasmani maupun nalurinya dengan benar pula.
2. Jangan Pernah Sekalipun Mencoba
![]() |
Masing-masing dari pria dan wanita tersebut kepoin profil diri masing-masing. Berlanjut dengan bertegur sapa, hingga menjalin komunikasi secara berkelanjutan.
Langkah pertama akan mendorong diri untuk lanjut ke langkah kedua dan seterusnya. Maka jangan sekali-kali berani memulai komunikasi yang pertama.
Jangan kepoin lawan jenis Anda, terutama ketika sedang ada masalah dengan pasangan. Masalah butuh penyelesaian, bukan pelarian. Saat menghadapi masalah dalam rumah tangga, kita perlu membangun komunikasi dengan pasangan, bukan mencari tempat nyaman di luar pernikahan.
Jangan dekati jurang, karena kau sangat mungkin terjatuh ke dalamnya. Melarang diri mengenal lawan jenis untuk tujuan sekadar temenan akan menghindarkan kita dari perselingkuhan.
3. Pahami Aturan Pergaulan dalam Islam
![]() |
Islam melarang pria dan wanita asing atau non-mahram untuk bercampur baur (ikhtilat) dan berduaan (khalwat). Hukum asal pergaulan kaum muslimin adalah dengan sesama kaumnya. Perempuan berkumpul dengan perempuan, demikian sebaliknya, kecuali untuk keperluan berekonomi, pendidikan, dan kesehatan maka pria dan wanita boleh berinteraksi.
Tapi tidak pula kebolehan itu dijadikan modus untuk tebar pesona, curi-curi pandang hingga menimbulkan kesan istimewa di hati. Islam memerintahkan pria dan wanita asing menundukkan pandangan jika bertemunya pandangan berpotensi memunculkan getaran di hati.
Islam menjelaskan kalau pria dan wanita harus saling menghormati, saling menjaga dari kemaksiatan. Sehingga kedua belah pihak hendaknya menghindari segala potensi yang mengarah pada munculnya ketertarikan.
Aturan pergaulan Islam bukan hanya berlaku di dunia nyata, tapi berlaku pula di dunia maya. Chatting berduaan sama dengan berdua-duaan di dunia nyata. Mencintai yang bukan haknya juga dilarang. Dalam hadis disebut zina hati.
Kalau semua muslim memahami aturan Islam, luar biasa ya. Insya Allah, perselingkuhan bakal berjumlah nol persen.
4. Tanamkan Rasa Takut kepada Allah SWT
Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah disebutkan bahwa ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya kelak di akhirat. Salah satunya adalah seorang pria yang diajak perempuan cantik dan berkedudukan untuk berzina tetapi dia berkata, “Aku takut kepada Allah!”
Suami saya pernah bercerita bahwa temannya ada yang berkata, “Aku berharap tidak diberi cobaan bertemu wanita cantik di depan kamar hotel, di mana nggak ada orang yang tahu seandainya aku berbuat sesuatu dengannya.”
Artinya, bagi lelaki, menghindari perselingkuhan itu berat banget. Apalagi dihadapkan sama wanita cantik yang melancarkan rayuan dahsyat.
Namun ketika seseorang berhasil menanamkan rasa takut pada dirinya terhadap Allah SWT, dia pun bakal mampu menghindari perzinahan. Imbalannya adalah naungan Allah SWT di akhirat. Muslim mana yang nggak mau ya?
Jarang-jarang ya hari gini kita-kita yang punya keimanan kuat hingga mampu menghindari kemaksiatan. Apalagi hanya sekadar rasa di hati, nggak ada yang tahu.
Wah, berarti penting banget tuh sering-sering men-charge keimanan kita dengan duduk di majelis-majelis ilmu dan berteman dengan orang-orang baik yang siap menasihati dan mengingatkan kita bila kita hendak berbuat salah.
📖 Baca Juga: 3 Alasan Sepele Penyebab Perceraian
Penutup
Apa yang saya bahas di atas masih dari sisi pribadi pria dan wanita. Sebenarnya, Islam memiliki banyak solusi lainnya untuk mengatasi perselingkuhan.
Salah satu yang paling efektif adalah melibatkan negara: negara yang taat kepada Allah SWT, yang memandang perselingkuhan sebagai perbuatan maksiat dan menerapkan aturan yang mampu mencegah serta memberikan efek jera.
Negara juga menerapkan pendidikan Islam secara menyeluruh sehingga mampu menanamkan kepribadian takwa di tengah masyarakat, disertai berbagai aturan lainnya.
Pada akhirnya, menjaga keluarga bukan hanya tanggung jawab suami dan istri. Ada peran individu, keluarga, masyarakat, dan negara dalam menciptakan lingkungan yang membantu manusia menjaga kehormatan dan ketakwaannya.
Semoga keluarga kita senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.




0 Comments
Post a Comment