Agar Sukses Tak Sekedar Dunia

Banyak orang yang mencita-citakan kesuksesan. Sukses dalam arti meraih harta melimpah dan pekerjaan berkelas. Salah satu keuntungan sukses model ini ialah terpandang di mata manusia. Berhubung secara alamiahnya manusia memang suka dihargai dan dihormati, alhasil apa yang dapat membuatnya berharga dimata orang lain akan dikejar terus sampai dapat. Kalau sudah seperti itu manusia jadi rentan sekali menggunakan cara-cara tidak sehat untuk meraih sukses.

Picture by satriyadiwibowo.wordpress.com 

Disela-sela obrolan bersama kenalan, ia bercerita bahwa ia berencana mendaftarkan anaknya menjadi tentara. Tak tanggung-tanggung ia harus mengeluarkan biaya puluhan juta untuk bisa menjamin anaknya lolos dalam tes masuk. Loh kenapa mendaftar jadi tentara kok bayar? Kalau urusan ini sebenarnya sudah menjadi rahasia umum. Terlalu banyak oknum di instansi terkait yang bermain diranah jual beli kesempatan menduduki karir sebagai tentara. Termasuk juga menjadi polisi dan pegawai negeri lain ada calonya. Seperti sudah menjadi kebudayaan di Indonesia. Saya juga punya pengalaman melamar menjadi PNS. Saat itu di luar bangunan kantor tersebut terpasang spanduk berukuran besar bertuliskan kalimat yang kira-kira maksudnya tidak dibenarkan ada praktek suap menyuap dalam kepengurusan lamaran kerja PNS (redaksi aslinya saya lupa). Namun lucunya tepat dibawah spanduk itu ada dua pihak yang sedang bertransaksi memuluskan seseorang menjadi PNS.

Murtad Karena Cinta



Picture by www.kisahemasputih.com 

     Siapa sangka artis Asmirandah telah keluar dari agama Islam. Siapa sangka artis yang biasa berperan menjadi muslimah sholeha pada beberapa sinetron di Televisi ini telah murtad. Saya masih ingat sosok dokter dr. Vivi di film Ketika Cinta Bertasbih yang diperankan oleh gadis yang biasa disapa Andah itu. dr Vivi tampak lugu berbalut kerudung dan jilbab. Andah sukses menghadirkan nuansa keimanan pada sosok yang diperankannya. Namun ternyata hal tersebut tak menjamin apa-apa. Kini, sekali lagi siapa sangka ia mengikuti agama sang kekasih Jonas Rivanno. Naudzubillahi minzalik.
 Kalau dikatakan terkejut banget sih, enggak. Sebab jejak yang sama juga dilakukan oleh banyak muslim lainnya. Baik yang secara terang-terangan keluar dari Islam ataupun menjadi penganut pluralisme agama. Maksudnya masih ber KTP Islam, tapi kerap mengikuti ritual agama lain. Seringnya itu terjadi karena pacar. Pemberitaan oleh Liputan6.com mengenai ditemukannya foto Asmirandah dan Jonas Rivanno pada Selasa pagi 28 Januari lalu sedang bersama di sebuah gereja di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara hanya melengkapi daftar kaum muslim yang amat sangat lemah keimanannya.

"Jadilah Pemalas"




Picture by http://islamic-style.al-habib.info/
Malas itu buruk. Malas pangkal bodoh. Malas kata negatif yang harus dijauhi semua orang yang ingin hidupnya sukses. Setuju? Kalau saya sendiri berkata, “tergantung malas ngapain”. Malas tidak selalu berarti buruk. Malas tidak selalu menjadi penyebab kebodohan. Adakalanya malas merubah seseorang menjadi lebih baik.
Jika malas diartikan sebagai enggan melakukan sesuatu, maka kalau sesuatu itu adalah perbuatan buruk, malas melakukannya adalah baik. Bagi pelajar, malas menyontek itu baik. Kalau kamu malas menyontek, artinya kamu itu orang yang giat belajar dan persiapan ujian di sekolah matang. Tentu jadi pelajar yang beruntung karena tujuan belajar tercapai, yaitu mendapat ilmu. Malas bolos sekolah itu baik. Tentu ia adalah murid kesayangan para guru karena rajin pergi kesekolah.

Hikmah Manajemen Waktu




Picture by me


Berikut hikmah yang bisa diraih dengan mengatur waktu yang diberikan Allah Swt kepada kita.

Terhindar Dari Stress

Kadang kala stress terjadi akibat kita tidak mampu mengurai persoalan untuk diselesaikan. Kegiatan terasa banyak, berat, menumpuk dan semua menuntut untuk segera diselesaikan. Akibatnya hati merasa tidak tenang karena bingung memilih pekerjaan yang harus didahulukan. Konsentrasipun terganggu. Pada akhirnya membuat banyak amanah tidak terselesaikan.

Sebelum menikah aku mengalami hal semacam itu. Sempat juga berusaha membuat perencanaan kegiatan namun aku kurang konsisten menjalankannya. Masih banyak melakukan aktivitas mubah (sia-sia). Sehingga terbentuk persepsi dalam benakku, dengan kegiatan kuliah, membantu orangtua mengurus rumah seadanya, dakwah dan mengaji ditambah bekerja sampingan membantu pekerjaan tulangku dan sesekali menulis saja aku merasa keteteran. Gimanalah jadinya bila aku diamanahkan sebagai pembina. Betapa beratnya.

Lalu bagaimana pula kalau nanti aku sudah menikah. Tidak terbayangkan bagaimana aku bisa melewatinya. Namun kini, aku bisa melewatinya dengan menyenangkan. Salah satunya karena telah berhasil menyusun agenda sehari-hari dan menjalankannya secara konsisten. Maka mengurai masalah dalam bentuk rincian catatan sangat membantu. Hati akan merasa tenang saat satu persatu aktivitas terselesaikan. Konsentrasi lebih terjaga dan lebih banyak karya yang bisa dihasilkan.

Menulis adalah Bekerja Untuk Sejarah


Picture by me
Sejarah mencatat, peradaban Islam pernah melahirkan para intelektual terkemuka di dunia. Mereka ahli di bidangnya sekaligus patuh dan tunduk kepada Allah SWT. Keahlian mereka begitu dihargai oleh negara. Bagi mereka yang mampu menulis kitab, imbalannya adalah emas seberat buku yang ia tulis. Pada masa khilafah Abbasiyah yang berdiri sekitar tahun 800-an Masehi, kemajuan ilmu pengetahuan berada pada puncaknya. Para ilmuan seperti Al Khawarizmi, Ibnu al Haitsam dan ilmuan lainnya mewariskan ilmu mereka pada orang-orang dimasa depan melalui buku. Wajar jika koleksi buku yang disediakan di perpustakaan universitas dalam daulah  terbilang lengkap. Penghargaan yang begitu besar pada kemajuan ilmu pengetahuan, mendorong warga negara Khilafah berlomba-lomba menghasilkan karya intelektual mereka. Sehingga sejarahpun mengenal mereka.

Peran Muslimah Dalam Kehidupan

Picture by me
Muslimah Di Rumah
Syariat Islam begitu sempurna. Dengannya Allah SWT mengatur kehidupan muslimah sedemikian rupa hingga ia mampu berperan aktif dimana saja ia berada. Muslimah shalehah dambaan keluarga. Ia adalah anak yang taat kepada orangtuanya. Bukan ketaatan buta. Tetapi ketaatan karena Allah SWT. Ia pun senantiasa saling menjaga dalam ketaatan dengan seluruh anggota keluarga. Amar ma’ruf nahi munkar harus dimulai dari rumah. Karena dalam Al qur’an surat At Tahrim ayat 6 Allah SWT mengatakan  : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…”.
Muslimah adalah “ratu” di rumah suaminya. Ia berhak mengurus rumahtangganya senyaman yang ia suka. Ia berhak mendidik anak-anaknya dengan pola didik Ilahiyah. Ia penyemangat suami, penentram hati para anggota keluarga dikala mereka butuh sandaran. Ia akan meraih pahala sebesar-besarnya dari Allah SWT atas tanggungjawab berat tersebut. Dengan imbalan pahala dan ridhaNya tidak ada yang terasa berat. Tiada keluh kesah dalam menjalani tiap amanah. Batasan syariah menjadikan kehidupan muslimah tertata dengan indah. Itulah muslimah sang ibu dan pengatur rumahtangga.

Siapakah Muslimah?

Picture by raudhatulhusnia.wordpress.com
Hakikat dan Kedudukan
Sadarilah wahai muslimah, dirimu begitu istimewa. Kau adalah mitra para pria dalam menjaga kelestarian hidup di alam ini. Pincang kehidupan ini tanpamu. Jika pria merupakan sosok yang gagah, tegas dan bijaksana, engkau mengimbanginya dengan kelembutan sikap serta kesabaran menapaki episode demi episode kehidupan.
Ada kalimat yang begitu terkenal mengenai perempuan. Dibalik lelaki hebat, ada perempuan hebat, itu kalimatnya. Tokoh-tokoh dunia, besar karena perempuan. Adalah Thomas Alfa Edison yang merasakan benar dukungan perempuan dibelakangnya. Dia memiliki Nancy Aliot, ibunda yang terus mendampingi dan memotivasi hingga ia menjadi salah satu orang ternama di dunia. Untuk Indonesia, kita mengenal seorang professor yang sangat ahli dibidangnya. Seorang guru besar di Jerman. Dialah Prof. Dr. ing. BJ. Habiebie. Beliau juga memiliki seorang perempuan dibelakang layar yang menjadi penyemangat hidupnya. Yaitu sang istri tercinta, Ainun.